PENENTUAN KADAR NIKOTIN PADA TERONG UNGU DAN TERONG HIJAU

LAPORAN PENELITIAN
PENENTUAN KADAR NIKOTIN PADA TERONG UNGU DAN TERONG HIJAU DENGAN CARA TITRASI ASAM-BASA
 dibuat untuk memenuhi tugas akhir Analisis kimia Terpadu

Guru Mata Pelajaran : Nurul Nazmi, S.Si, M.P.Kim


Disusun Oleh:
AULIA NURUL PANGESTU
FIKRI NURSYAWALI

Paket Keahlian : Kimia Analisis




LABORATORIUM KIMIA 
SMK NEGERI 7 BANDUNG
2018


A. Tujuan Praktikum
1. Praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan kadar nikotina dalam terong
2.  Menguji kualitatif keberadaannya dengan pereaksi wagner

B. Prinsip praktikum
Prinsip penetapannya adalah reaksi penetralan asam basa, nikotin (C10H14N2) yang merupakan alkaloid yang bersifat basa lemah bereaksi dengan HCl akan mengikat satu atom H+ dan melepaskan ion Cl. Reaksi ini terjadi pada kisaran pH 6,0 - 6,2 sehingga dipakai indikator methyl red,titik akhir titrasi diketahui dengan terbentuknya warna merah yang konstan.


C. Dasar Teori
Alkaloid merupakan golongan metabolit sekunder tumbuhan yang terbesar. Pada umumnya alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen baik sebagai bagian dari sistem heterosiklik atau bukan bagiannya. Alkaloid biasanya tanwarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal, tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar (Harborne 2006). Alkaloid dapat dikelompokan menjadi alkaloid sesungguhnya, protoalkaloid, pseudoalkaloid. Alkaloid sesungguhnya adalah racun, menunjukan aktivitas fisiologi yang luas, dan biasanya terdapat dalam tanaman sebagai garam asam organik. Protoalkaloid merupakan asam amino yang relatif sederhana dengan nitrogen asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Pseudoalkaloid tidak diturunkan dari prekursor asam amino. Senyawa ini biasanya bersifat basa. Ada dua seri alkaloid yang penting dalam kelas ini, yaitu alkaloid stereoidal dan purin.
Nikotina merupakan suatu cairan alkaloid berwarna kuning pucat hingga coklat tua yang ditemukan dalam tanaman Solanaceae. Kadar nikotin merupakan kunci untuk menentukan kualitas tembakau. Banyak faktor yang memengaruhi kadar nikotin ini, yaitu jenis tembakau, jenis tanah, kadar nitrogen tanah, tingkat kematangan tembakau, dan masa penguningan (Tassew 2007). Senyawa alami yang ada dalam dalam tumbuhan ini termasuk kelompok alkaloid. Nikotina bersifat higroskopis, dapat bercampur dengan air pada suhu di bawah 60 °C, sangat larut dalam alkohol, kloroform, eter, kerosin, dan sejenisnya (Tassew 2007). Keberadaan nikotina ini dapat diuji dengan menggunakan berbagai pereaksi seperti pereaksi Mayer, Dragendorf, dan Wagner.
Nikotin (1-Metil-2-(3-piridil)  pirolidin;  β-piridil-α-N-metilpirolidin) merupakan alkaloid utama selain nornikotin, anatabin, dan anabasin (Tso, 1990; Bush et al., 1993). Selain terdapat pada tanaman tembakau yang jumlahnya sekitar 76 spesies (Wikipedia, 2010), nikotin juga dihasilkan tanaman koka, tomat, kentang, terong, dan paprika hijau dalam kadar yang lebih rendah. Kandungan nikotin pada tembakau sekitar 0,5-8% dari berat kering tembakau (Murdiyati et al., 1999). Biosintesis nikotin terjadi di akar kemudian ditransloka-sikan ke seluruh jaringan tanaman terutama di daun (Tso, 1990).  Analisis kandungan nikotin tembakau antara lain dapat dilakukan dengan metode ekstraksi  etherpetroleum ether  yang telah disempurnakan (JokoHartono,2003).  Sedangkan nikotin pada asap dapat dianalisis menggunakan  smoking machinechromatography.   
Nikotin dengan rumus molekul C10H14N2 atau C5H4NC4H7NCH3 mempunyai berat 162,26 g/mol. Berbentuk cairan seperti minyak, bersifat higroskopis, tidak berwarna hingga berwarna kuning muda, dapat berubah warna menjadi cokelat bila kontak dengan udara dan cahaya (Strecher, 1968).  Sebagai senyawa berbahan dasar nitrogen, nikotin dapat membentuk garam dengan asam yang biasanya padat dan bersifat larut dalam air. Nikotin mudah menembus kulit. Nikotin basa bebas akan terbakar pada suhu di bawah titik didihnya (boiling point 247oC).
Terung (Solanum Molongena), dipulau jawa lebih dikenal sebagai terong merupakan tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa memakan 10 gram terong mempunyai efek yang sama seperti perokok pasif. Satu buah terong mengandung 100gram nikotin.
Acidimetri adalah salah satu metode penetapan kadar dengan larutan standart asam sebagai titrannya.
  Terong merupakan tumbuhan yang berasal dari India dan SriLanka dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut :

 
 
D. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan


a) Gelas kimia 250 mL
b) Erlenmeyer 250 mL
c) Tabung reaksi
d) Corong pisah
e) Pipet ukur 25 mL
f) Pipet tetes
g) Pengaduk
h) Spatula
i) Kaca arloji



2. Bahan yang digunakan


a) Sampel (terong)
b) Na2SO4
c) H2SO4 
d) HCl 0,1 N
e) Kloroform
f) I2
g) KI
h) Aquadest
i) NaOH
j) Metil merah
k) Petroleum eter



E. Langkah Kerja dan Pengamatan

1. Uji Kualitatif Alkaloid
No.
Langkah Kerja
Pengamatan
1.
Sebanyak 0.3 g ekstrak dilarutkan ke dalam 10 mL kloroform dan disaring.
Kloroform merupakan larutan tak berwarna yang memiliki bau khas.

Padasaat sampel ditambahkan kloroform, sebagian sampel larut dan membentuk larutan berwarna jingga
2.
Tambahkan 5 ml H2SO4 2 M ke dalam filtrat dan dikocok hingga terbentuk 2 lapisan.
Terbentuk dua lapisan, dimana lapisan asam yang tidak berwarna (bening)
3.
Lapisan asam yang tidak berwarna dipipet ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan pereaksi Wagner. Jika terdapat endapan endapan coklat ketika pereaksi Wagner ditambah ke dalam filtrat maka terdapat alkaloid dalam ekstrak tersebut.

Terbentuk larutan cokelat kemerahan dengan endapan cokelat didasarnya (endapan cokelat menandakan terong termasuk alkaloid)



2. Penetapan Kadar Nikotin Pada Terong
No.
Langkah Kerja
Pengamatan
1.
Sebanyak 1 g terong yang telah dihaluskan dimasukan ke dalam erlenmeyer bertutup asah.

g terong ungu 1 : 1,0002 gram
g terong ungu 2 : 1,0005 gram
g terong hijau 1 : 1,0007 gram
g terong hijau 2 : 1,0010 gram

2.
Tambahkan 10 mL NaOH 20%, dan diaduk rata.

3.
Sebanyak 20 mL petroleum eter ditambahkan, diaduk, dan didiamkan beberapa saat.


4.
Setelah batas lapisan petroleum eter terlihat jelas, sebanyak 10 mL cairan petroleum eter diambil dan dipindahkan ke erlenmeyer lain.


5.
Uapkan cairan petroleum eter tersebut diatas waterbath  hingga hanya tersisa sekitar 2 mL.

6.
Tambahlkan 10 mL akuades dan 2 tetes indikator merah metil ke dalam erlenmeyer.

7.
Tititrasi dengan 0.1 N HCl hingga warna hijau kekuningan berubah menajdi merah muda.




F. Hasil Pengamatan
1. Standarisasi HCl 0,1 N
Titrasi ke
1
2
Volume akhir
9,30 mL
18,80 mL
Volume awal
0,00 mL
9,30 mL
Volume terpakai
9,30 mL
9,50 mL

 
 

2. Penenentuan kadar Nikotin
a) Terong Ungu
Titrasi ke
1
2
Volume akhir
1,38 mL
2,80 mL
Volume awal
0,00 mL
1,38 mL
Volume terpakai
1,38 mL
1,42 mL

b) Terong Hijau
Titrasi ke
1
2
Volume akhir
4,00 mL
5,50 mL
Volume awal
2,80 mL
4,00 mL
Volume terpakai
1,20 mL
1,50 mL

G. Persamaan Reaksi
1. Standarisai HCl 0,1N


2. Uji Kualitatif alkaloid
 







3. Penetapan Kadar Nikotin
 

H. Perhitungan
1. Standarisasi HCl 0,1 N
 
 
 

2. Penentuan kadar Nikotin
a) Terong Ungu
 
 
 
 
 
 



 
 
 
 
 
 

 
 
 

b) Terong  hijau
 
 
 
 
 
 



 
 
 
 
 
 

 
 
 

I. Pembahasan
Pada percobaan kali ini, kami melakukan percobaan untuk menentukan kadar nikotin pada terong, dalam percobaan kali ini kami menggunakan terong sebagai sample. Selain utuk menentukan kadar nikotin pada terong percobaan kali ini juga bertujuan sebagai analisa kualitatif untuk alkaloid. Pada dasarnya alkaloid merupakan senyawa yang mengandung substansi dasar Nitrogen basa, dan Nikotin merupakan golongan dari alkaloid. Hal ini juga terbukti karena pada percobaan yang telah dilakukan terbentuk endapan berwarna cokelat diakhir percobaan. Endapan ini terbentuk setelah melalui beberapa proses yaitu, penmabahan 20 mL NaOH 20% sebagai penambah sifat basa. Kemudian ditambahkan 200 mL Petroleum eter hasilnya diperoleh larutan berwarna cokelat. Setelah itu residu disaring dan dipisahkan dengan kertas saring. Filtat yang telah tersaring di tambah dengan 0,5 gr Na2SO4 maka terbentuklah ekstrak petoleum. Ekstrak tersebut kemudian ditambah dengan klroform hasilnya berupa larutan bening. Kemudian ditambah dengan H2SO4 terentuk dua lapisan, dimana lapisan yang tidak berwarna meupakan lapisan asam, lapisan inilah yang nantinya akan di tambahkan dengan reaksi wagner. Reaksi wagner merupakan reaksi yang dibuat dari pencampuran antara I2, KI dan H2O. Setelah larutan asam ditambah dengan reaksi wagner hasilnya terbentuk larutan berwarna cokelat dengan endapan cokelat didasarnya.
Untuk mentukan kadar nikotin dalam percobaan kali ini digunakan metode Acidimetri. Acidimetri adalah salah satu metode penetapan kadar dengan larutan standart asam sebagai titrannya. Dalam percobaan kali ini digunakan HCl 0,1N sebagai titrannya. Sebelum dilakukannya titrasi terlebih dahulu 1 gr tembakau ditambah 1 ml NaOH 20 % . sam seperti pengujian sebelumnya NaOH bertujuan untuk memberikan sifat bas. Setelah itu di tambah dengan 20 mL Petroleum Eter. Didiamkan sampai petrolrum terpisah dengan tembakau kemudian 10 mL petroleum eter ynag telah terpisah diuapkan di hot plate hingga hanya tersisa 2mL saja. Petroleum yang telah diuapkan di encerkan dengan 10 mL aquadest. Dan ditambah metil merah barulah kemudian dititrasi dengan HCl. Prinsip penetapan kadar nikotin: Prinsip penetapannya adalah reaksi penetralan asam basa, nikotin (C10H14N2) yang merupakan alkaloid yang bersifat basa lemah bereaksi dengan HCl akan mengikat satu atom H+ dan melepaskan ion Cl. Reaksi ini terjadi pada kisaran pH 6,0 - 6,2 sehingga dipakai indikator methyl red,titik akhir titrasi diketahui dengan terbentuknya warna merah yang konstan. Dimana pada pecobaan ini titik akhir terjadi pada volume 1,3 mL karena setiap 1 mL HCl 0,1 N setara dengan kandungan nikotin sebanyak 162 mg. Jadi dalam percobaan kali ini sampel yang digunakn mengandung nikotin sebanyak .standar umumnya kandungan nikotin adalah 1- 3 mg. Itu berarti sampel yang digunakan pada percobaan ini masih tergolong standar, dan layak. Tapi walaupun demikian penggunaan secara berlebihan dapat menggangu kesehatan bagi pemakainya.


Comments

Popular posts from this blog

MENGHILANGKAN NODA PENGOTOR PADA ALAT ALAT GELAS

CARA MENGATASI TUMPAHAN BAHAN KIMIA